Hal – hal
yang mempengaruhi putaran spindle utama / alat potong ( n ) antara lain :
1. Besarnya kecepatan potong ( Cs ),
2. Besarnya diameter alat potong ( d
),
3. Kondisi
mesin.
Jika
kecepatan potong yang dipakai terlalu tinggi maka cutter akan lekas tumpul,
jika terlalu rendah kemampuan potongnya rendah, sehingga dalam menentukan
kecepatan potong harus sesuai.
Mencari n menggunakan rumus seperti yang tertulis diatas. Rumus mencarinya adalah sebagai berikut :
Mencari n menggunakan rumus seperti yang tertulis diatas. Rumus mencarinya adalah sebagai berikut :
n= (1000 x Cs)/(π x d) satuannya rpm
dengan :
d = diameter alat potong, satuanya
mm.
Cs = kecepatan potong, satuannya
m/menit.
Mencari n
juga dapat menggunakan tabel.
C. Feeding (
s )
Feeding
untuk proses milling dibedakan menjadi Tiga ( 3 ) type, yaitu :
- Feed per minute: Pergerakan meja dalam mm pada waktu 1 menit. Satuannya mm/menit. Simbolnya s / f.
- Feed per cutter revolution: Pergerakan meja dalam mm pada 1 kali putaran milling cutter. Satuannya mm / revolution. Simbolnya fo / so.
- Feed per tooth: Pergerakan meja dalam mm selama waktu cutter yang berputar pada benda kerja dari satu mata potong ke mata potong berikutnya. Satuannya mm/tooth. Simbolnya fz / sz.
- Kecepatan potong ( Cs ),
- Jenis material alat potong,
- Jenis alat potong,
- Diameter alat potong ( d ).
- Setelah kita mengetahui data diatas maka kita harus dapat memilih tabel yang sesuai. Sebagai contoh kita gunakan tabel yang berdasarkan standart Jerman dengan material alat potongnya HSS.
- Dari tabel tersebut kita cari berdasarkan jenis alat potongnya, misalnya End Mill Cutter Roughing.
- Kemudian pada tabel tersebut kita cari kolom yang sesuai berdasarkan Cs yang telah kita dapatkan. Kemudian kita cari diameter alat potong sesuai dengan data yang ada.
- Dari kolom Cs tersebut kita tarik ke bawah, dari diameter alat potong kita tarik ke kanan. Sehingga akan ketemu besarnya n dan s pada Cs dan diameter alat potong tersebut.
Rumus untuk feeding tersebut diatas adalah sebagai
berikut :
1. Feed per
minute
<”font
size=”5″>s=z x n x sz satuannya mm/min
dengan :
z = jumlah
mata potongnya.
n = putaran
spindle utama / alat potong, satuannya rpm.
sz = feed
per tooth, satuannya mm/tooth
2. Feed per
cutter revolution
so=z x sz
dengan :
z = jumlah
mata potongnya.
sz = feed
per tooth, satuannya mm/tooth
3. Feed per
tooth
sz=s/(z x n) satuannya
mm/tooth
dengan :
z = jumlah
mata potongnya.
n = putaran
spindle utama / alat potong, satuannya rpm.
s = feed per
minute, satuannya mm/menit.
Untuk mencari feeding per minute ( s ) dapat juga
menggunakan tabel.
D. Cara
Mencari n dan s Dengan Menggunakan Tabel
Untuk
mencari n dan s dengan tabel, hal – hal yang harus diketahui terlebih dahulu
adalah :
Tata cara
mencari n dan s adalah sebagai berikut :
- Kecepatan potong ( Cs ),
- Jenis material alat potong,
- Jenis alat potong,
- Diameter alat potong ( d ).
Tata cara
mencari n dan s adalah sebagai berikut :
- Setelah kita mengetahui data diatas maka kita harus dapat memilih tabel yang sesuai. Sebagai contoh kita gunakan tabel yang berdasarkan standart Jerman dengan material alat potongnya HSS.
- Dari tabel tersebut kita cari berdasarkan jenis alat potongnya, misalnya End Mill Cutter Roughing.
- Kemudian pada tabel tersebut kita cari kolom yang sesuai berdasarkan Cs yang telah kita dapatkan. Kemudian kita cari diameter alat potong sesuai dengan data yang ada.
- Dari kolom Cs tersebut kita tarik ke bawah, dari diameter alat potong kita tarik ke kanan. Sehingga akan ketemu besarnya n dan s pada Cs dan diameter alat potong tersebut.









0 komentar:
Post a Comment